Alasan Mengapa Pakan Tinggi Protein Tidak Cocok Untuk Tambak Udang



Protein adalah kelompok biomolekul berukuran besar yang terbentuk dari satu rantai panjang asam amino atau lebih. Nah protein umumnya bisa ditemukan pada makanan sejenis daging, yang mana makanan tersebut menjadi makanan favorit bagi banyak orang. Dikatakan favorit, karena selain mudah dan enak diolah, makanan tersebut juga memiliki kandungan gizi dan juga protein yang baik bagi perkembangan tubuh.


Tidak hanya manusia, protein juga menjadi makanan yang secara umum juga dianggap penting untuk makanan hewan, seperti salah satunya untuk udang yang berada di tambak. Namun fakta dan kenyataannya, makanan atau pakan udang yang tinggi protein sebenarnya tidak terlalu cocok untuk tambak udang, alasannya ada di artikel ini. Nah oleh karena itu, untuk mengetahui alasannya maka simak artikel ini selengkapnya!


Inilah Alasan Mengapa Pakan Tinggi Protein Tidak Cocok Untuk Tambak Udang

Dalam budidaya ikan dan udang, selain tambak yang harus dijaga dalam lingkungan dan sekitarnya, pakan yang diberikan untuk penghuni tambak pun juga harus dijaga dan diperhatikan. Seperti waktu makannya, kuantitas makanannya, hingga jenis makanannya yang cocok. Nah seperti pakan udang, yang mana pakan udang dengan kandungan tinggi protein dianggap tidak cocok untuk udang. Mengapa demikian? Untuk tahu alasannya Anda bisa simak yang ada di bawah ini!

  • Penggunaan pakan dengan protein tinggi yang diberikan pada udang, dinilai tidak cocok. Dikarenakan pakan tinggi protein dapat menimbulkan efek yang cukup negatif, seperti contohnya dapat meningkatkan kadar amonia pada tambak.

  • Pada dasarnya, protein yang tertera pada label pakan sebenarnya adalah kadar protein kasar yang terkandung pada pakan tersebut. Jadi sebenarnya nilai itu bukanlah nilai tetap dari protein yang dapat dimanfaatkan oleh udang sebagai nutrisi.

  • Nah protein yang dapat dicerna dan dimanfaatkan oleh udang itu tergantung dari tingkat kecernaan, keseimbangan, dan juga metabolisme. Maka dari itu, protein yang nantinya akan dipertahankan dan dikonversi menjadi bobot tubuh udang menjadi lebih rendah dan tidak tetap.

  • Perlu Anda ketahui, ada tingkat penyerapan protein oleh udang yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti komposisi pakan, kualitas pakan, jenis protein, kualitas air, padat tebar, frekuensi pemberian pakan, tingkat pertumbuhan, hingga lain sebagainya. Jadi dengan demikian, pemberian pakan dengan protein tinggi belum tentu bisa diandalkan dan dapat dimanfaatkan oleh udang sepenuhnya.

  • Pakan tinggi protein juga sebenarnya akan tergantung dalam kondisi lingkungan dalam tambak udang. Yaitu kondisi lingkungan tambak yang baik pastinya akan membuat udang yang ada pada tambak dapat menyerap protein dari pakan dengan baik, jika tidak maka akan terjadi sebaliknya.

  • Apabila pada suatu tambak ada penambahan probiotik pada pakan, ditambah perairan tambak secara teratur sangat tepat untuk dilakukan, maka tentunya hal tersebut dapat mempermudah udang untuk mencerna makanannya itu. Hal itu karena memang probiotik juga dapat menjaga lingkungan tambak tetap dalam keadaan baik, yang mana itu juga dapat membuat udang lebih mudah dalam melakukan penyerapan nutrisi yang ada pada pakan yang diberikan.

Nah itulah alasan mengapa pakan tinggi protein sebenarnya tidak begitu cocok untuk tambak udang. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua, terutama bagi Anda pemilik atau calon pemilik tambak udang. Dalam tambak, tentunya pompa celup sangat diandalkan untuk keperluan yang ada pada tambak. Maka dari itu rekomendasi pompa celup untuk suatu keperluan tambak yang terbaik dan berkualitas ada pada Tsurumi yang ada di IndahJaya.com