top of page

Penggunaan Air Tanah yang Efisien: Teknologi dan Praktik Terbaik



Karena menjadi suatu kebutuhan yang penting bagi kehidupan, maka air wajib ada di setiap kehidupan makhluk hidup. Nah dengan menjadi suatu kepentingan bagi hidup, maka air pun penting dicari dari berbagai sumber, seperti salah satunya adalah dari tanah. Tentunya untuk mendapatkan air tanah bisa dilakukan dengan mendeteksi melalui alat terameter dan survei geolistrik yang memang dapat memperlihatkan material yang ada di bawah permukaan tanah.


Jadi ketika dideteksi terdapat sumber air tanah, maka dengan penggalian serta pemompaan yang menggunakan pompa air seperti pompa celup, maka didapatlah air yang berasal dari sumbernya. Walau berasal dari tanah, air tanah jelas adalah salah satu air yang bisa dimanfaatkan atau digunakan dalam penggunaannya yang efisien. Nah cara penggunaan efisien tersebut adalah dengan teknologi serta praktik yang memang terbaik.

Teknologi dan Praktik Terbaik untuk Penggunaan Air Tanah yang Efisien

Selain dikonsumsi, air tanah juga memiliki manfaat lain yakni menyediakan air bersih secara alami, dimana itu berperan penting dalam siklus hidrologi yang memang dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian dan berbagai manfaat lainnya. Nah karena perannya yang memang dibutuhkan bagi kehidupan, maka air tanah pun perlu dilestarikan, begitu juga perlu dengan teknologi dan praktik terbaik yang memang bisa menjadikan penggunaan air tanah sebagai sesuatu yang efisien untuk kehidupan. Teknologi dan praktiknya yang terbaik umum terjadi di musim kemarau yang memang membutuhkan air, sebagaimana itu seperti di bawah ini!


Saluran Resapan

Ini merupakan salah satu teknologi konservasi air tanah yang memang cukup berfungsi untuk menampung air hujan dan juga meningkatkan daya resap pada air tanah. Cara pembuatan saluran resapan ini dilakukan dengan membuat bedengan dengan lebar 30-40 cm dan juga kedalaman 40-50 cm.


Demi menjaga kestabilan tanah, maka perlu ditanam beberapa jenis gulma pada bagian dasarnya, seperti tanaman merambat, rumput, legum, atau tanaman pangkas sisa panen. Tujuannya untuk menahan air. Keunggulan dari teknologi saluran resapan ini adalah kemampuan meresap air yang sangat tinggi serta bisa digunakan untuk tanah-tanah yang dangkal.


Mulsa Vertikal

Mulsa vertikal merupakan penggabungan rorak dengan mulsa. Fungsi penambahan mulsa atau serasah pada rorak ini adalah untuk meningkatkan kemampuannya dalam menyerap sedimen. Untuk pembuatannya, dapat disesuaikan dengan ukuran lahan. Yakni dengan lebarnya berkisar antara 0,40-0,60 m, sedangkan kedalamannya 0,30-0,50 m. Jarak antara mulsa vertikal yaitu 3-5 m. Nah keuntungan dari pembuatan mulsa vertikal ini dapat mengurangi erosi tanah hingga 94%, sehingga itu membuatnya menjadi salah satu penggunaan air tanah yang efisien.


Rorak

Merupakan suatu lubang berukuran kecil sampai sedang yang dibuat di dalam lubang resapan. Fungsi dari rorak sendiri adalah untuk memperlambat laju aliran air ke permukaan, yakni dengan meningkatkan efektivitas saluran resapan, dan menampung air yang mengalir ke permukaan ke dalam tanah.


Untuk memaksimalkan fungsinya, maka rorak pun biasa dibuat bersamaan dengan proses pengolahan tanah untuk penanamannya. Nah ketika air hujan turun, maka air yang turun akan otomatis langsung tersimpan di dalam rorak dan tidak terbuang sia-sia begitu saja.


Embung

Ini adalah suatu bangunan yang dibuat untuk memanen air hujan. Kenyataannya embung juga bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas air tanah. Jadi dengan adanya bangunan embung, maka para petani tidak lagi khawatir dengan pasokan air selama musim kemarau. Untuk membuat embung, hendaknya dilakukan di lahan yang cukup luas. Hal ini dilakukan agar air yang tertampung menjadi lebih banyak. Kedalaman embung yang direkomendasikan adalah 4-10 m.


Apabila ingin dilapisi oleh plastik, maka permukaan embung harus diratakan terlebih dahulu. Perlu diketahui, untuk membuat embung, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah membuat saluran pembuangan air di sekitarnya. Fungsi dari saluran ini adalah untuk membuang kelebihan air. Beberapa jenis bahan yang diperlukan untuk membuat bangunan embung antara lain batu bata, plastik polyethylene, semen, dan juga pasir.


Jadi itulah penggunaan air tanah yang efisien dengan menggunakan teknologi dan praktik terbaiknya. Sekian dan semoga jadi manfaat bagi Anda semua. Untuk pompa celup yang bisa memompa dan menghisap air tanah, maka rekomendasi kami adalah pompa celup Tsurumi yang bisa diketahui lebih lanjut di IndahJaya.com


bottom of page