Penyebab Generator Pembangkit Listrik Mudah Rusak


Penyebab Generator Pembangkit Listrik Mudah Rusak

Generator pembangkit listrik atau genset akan tahan lama jika dirawat dengan baik. Sebaliknya, akan mudah rusak jika sembarangan dalam memperlakukannya. Genset marak digunakan tidak hanya untuk area yang membutuhkan listrik kapasitas besar saja, tapi juga rumah tangga.


Tentu saja jenis atau tipe yang digunakan berbeda. Sebab, kapasitas kebutuhan daya listriknya juga berbeda. Salah satu hal penting ketika memiliki peralatan elektronik, seperti genset ini adalah menjaganya supaya tidak mudah rusak.


Kerusakan yang terjadi bukanlah tanpa penyebab. Apa sajakah penyebab genset mudah mengalami kerusakan? Jadi, untuk menjawab pertanyaan ini, simak uraian berikut.


Hal-hal yang Menyebabkan Generator Pembangkit Listrik Mudah Rusak


Cara pengoperasian dan perlakuan terhadap mesin pembangkit listrik ini akan berpengaruh terhadap keawetannya. Jika alat ini awet, tentu Anda lebih menghemat pengeluaran. Ketahui hal-hal yang menyebabkan alat ini mudah rusak supaya bisa menghindarinya, antara lain:


Jarang Dipanasi


Generator pembangkit listrik perlu sering dinyalakan atau dipanasi walaupun Anda sedang tidak menggunakannya. Jadi, sama saja seperti ketika memiliki kendaraan bermotor, jangan mendiamkan terlalu lama karena dapat memperpendek usia pakai.


Rutin melakukan pemanasan sangat penting agar kualitas aki tetap terjaga. Pemanasan sebaiknya dilakukan minimal satu minggu sekali. Selain menjaga kualitas aki, juga mencegah komponen genset mudah berkarat karena pendiaman terlalu lama.


Peletakan Sembarangan


Penyebab generator pembangkit listrik mudah rusak lainnya yaitu peletakan sembarangan. Letakkan genset di area yang kering dan teduh. Jauhkan dari tempat lembab atau rentan terkena air hujan serta sinar matahari langsung.


Peletakan di area tersebut membuat alat ini mudah mengalami korosi. Selain itu bisa menyebabkan komponen yang ada di dalam genset mudah rusak, sehingga kehilangan fungsinya secara optimal.


Aki Lemah


Genset akan lebih sulit dinyalakan ketika kondisi akinya lemah. Aki ini sangat penting peranannya dalam pengoperasian genset sebagai pemicu penyalaan. Kondisi aki yang buruk akan menyebabkan bagian busi gagal melakukan proses pembakaran.


Inilah yang membuat kondisi aki pada generator pembangkit listrik perlu dilakukan pengecekan secara rutin. Segera ganti jika memang kondisinya sudah buruk, supaya tetap prima ketika digunakan dan memperpanjang masa pakai.


Memakainya Saat Bahan Bakar Habis


Sebaiknya Anda mengecek terlebih dahulu sebelum genset dioperasikan. Memakainya saat bahan bakar sedang habis bisa membuat mesin ini mudah rusak. Akibat jika tetap digunakan padahal bahan bakar habis adalah komponennya cepat mengalami aus.


Komponen yang dimaksud tersebut lebih tepatnya adalah bagian plunyer pompa. Ketika sudah aus parah, hanya dengan cara mengganti komponen barulah genset dapat digunakan kembali.


Tidak hanya itu, akibat lainnya yang kemungkinan terjadi adalah kebocoran pada bagian rumah katup. Jika hal ini terjadi tentu Anda harus mengeluarkan biaya perbaikan pada generator pembangkit listrik.


Pemakaian Berlebihan


Penyebab selanjutnya adalah pemakaian secara berlebihan. Genset yang tidak digunakan terlalu lama memang bisa membuatnya mudah rusak, tapi secara berlebihan juga rentan mengalaminya.


Pada saat membeli, Anda perlu mengetahui maksimal waktu penggunaannya. Perhatikan dengan baik jangan sampai mengoperasikan hingga melebihi batas waktu yang sudah ditentukan supaya komponen awet.


Tersumbatnya Bagian Komponen Pembakaran


Penyebab terakhir yaitu tersumbatnya bagian komponen pembakaran. Ketika Anda mendapatkan situasi genset tiba-tiba saja mati, salah satunya bisa karena komponen pembakarannya tersumbat. Jadi, bersihkan terlebih dahulu untuk dapat dipakai lagi.


Lakukan pengecekan terhadap kondisi komponen genset yang menyebabkannya rentan mengalami kerusakan sebelum mengoperasikan. Hindari hal-hal diatas agar mesin generator pembangkit listrik yang Anda pakai lebih lama usia pakainya.