Perbedaan Oli Genset Bensin dan Diesel, Jangan Salah Pilih


Perbedaan Oli Genset Bensin dan Diesel, Jangan Salah Pilih!

Pada dasarnya oli genset bensin dengan oli diesel memiliki fungsi yang sama, yaitu sebagai pelumas mesin. Oli memiliki peran penting bagi mesin, serta membuat kinerjanya tetap dalam kondisi prima.


Genset merupakan salah satu pembangkit listrik alternatif yang bisa Anda gunakan untuk menghidupkan aliran listrik saat terjadi pemadaman. Pembangkit ini juga bisa sebagai tambahan daya untuk membangkitkan listrik.


Selain oli, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah kabel instrument, motor starter, atau spare part lainnya. Salah satu pembangkit listrik ini membutuhkan perawatan ekstra.


Maka dari itu lakukan pengecekan secara berkala, jika Anda mendapati kondisi spare part sudah usang, sebaiknya segera lakukan penggantian. Selain itu, Anda juga harus memastikan oli dalam keadaan baik.


Jika oli genset bensin dalam keadaan habis atau keruh segera lakukan penggantian oli. Cairan ini biasanya diganti selama 6 bulan sekali. Selain itu saat mengganti oli jangan sampai Anda salah pilih antara oli bensin dan diesel.


Ada ciri khusus pada kemasannya, pada oli bensin diawal dengan huruf “S”, misalnya SE, SF, atau SM. Sedangkan pada kemasan diesel dimulai dengan huruf “C”, seperti CA, CB, CC, atau CD. Namun, ada kode khusus untuk oli dapat digunakan pada genset apa saja, seperti SH/CD.


Spesifikasi dan Kegunaan Oli Genset Bensin


Baik oli untuk genset dengan bensin maupun diesel memiliki kesamaan, yaitu berfungsi sebagai pelumas mesin. Namun, terdapat perbedaan yang mendasar, yaitu terdapat pada viskositas dan kandungan detergennya.


Oli genset bensin memiliki viskositas yang lebih kental dibandingkan dengan pelumas bensin. Selain itu, oli bensin juga memiliki kandungan detergen lebih rendah dari diesel. Perbedaan ini tentunya dibutuhkan karena spesifikasi yang berbeda.


Selain itu, susunan mesinnya juga berbeda, mesin bensin banyak mengandalkan busi untuk membakar bensin dan bermain diputaran mesin tinggi. Selain itu, mesin ini juga memiliki ruang bakar yang relative bersih, karena tidak ada sulfur seperti diesel.


Adanya perbedaan karakter ini juga memberikan pengaruh pada performa masing-masing mesin. Terutama pada viskositas serta kandungan detergen. Untuk itu pilih komposisi pelumas yang memiliki spesifikasi aman bagi mesin Anda.


Spesifikasi dan Kegunaan Oli Genset Diesel


Jika dibandingan dengan oli genset bensin, pelumas diesel memiliki viskositas yang lebih kental serta memiliki kandungan detergen yang lebih banyak dari bensin. Hal ini karena harus mampu bertahan saat suhu mesin tinggi.


Selain itu, diesel juga harus mampu menahan deposit dari pembakaran solar yang lebih banyak mengandung parafin dan sulfur. Jika mobil bermesin diesel dipaksa untuk memakai pelumas bensin dapat membuat mesin cepat jebol.


Hal ini dikarenakan oli genset bensin tidak kuat menghadapi cara kerja dan hasil pembakaran di ruang mesin diesel. Maka dari itu, spesifikasi pelumas harus sesuai dengan kemampuan mesin.


Mesin diesel banyak bermain diputaran rendah dan mengandalkan kompresi tinggi untuk meledakkan bahan bakar. Pada umumnya, genset ini bekerja dalam lingkungan kerja yang lebih berat, karena ruang bakar mesin diesel memiliki kandungan sulfur yang berubah.


Perubahannya yaitu menjadi jelanga sebagai sisa pembakaran. Selain itu, dengan viskositas yang lebih kental akan membuat pelumas mesin diesel dapat bertahan dalam suhu ruang bakar yang tinggi dan tidak mudah rusak racikan kimianya.


Kandungan detergen yang lebih banyak berfungsi sebagai pembilas jelaga yang timbul, agar tidak berubah menjadi kerak di komponen mesin. Jika sampai tumbuh kerak, tentunya akan mengganggu kinerja mesin.


Secara umum, perbedaan keduanya sangat terlihat pada kemasan. Pada tampilan kemasan tentu akan tertulis fungsi dari pelumas tersebut. Untuk menjaga mesin tetap dalam keadaan baik, pastikan Anda sudah memilih oli genset bensin atau diesel yang sesuai.