top of page

Perbedaan Submersible Pump dan Pompa Air Biasa: Mana yang Lebih Efisien?

  • Mar 27
  • 3 min read
pompa air permukaan digunakan untuk menyedot air dari tangki penyimpanan
pompa air permukaan digunakan untuk menyedot air dari tangki penyimpanan

Perbedaan Submersible Pump dan Pompa Air Biasa: Mana yang Lebih Efisien?


Pompa air merupakan perangkat penting dalam berbagai kebutuhan, mulai dari rumah tangga hingga industri. Namun, tidak semua pompa memiliki cara kerja dan efisiensi yang sama. Dua jenis yang paling sering digunakan adalah submersible pump (pompa celup) dan pompa air biasa yang dipasang di permukaan atau sering disebut surface pump.


Meskipun keduanya memiliki fungsi utama yang sama, yaitu memindahkan air dari satu tempat ke tempat lain, perbedaan desain dan cara kerja membuat masing-masing pompa memiliki karakteristik, efisiensi, serta aplikasi yang berbeda.


Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan submersible pump dan pompa air biasa, mulai dari cara kerja, efisiensi energi, hingga penggunaan yang paling sesuai untuk berbagai kebutuhan.


Apa Itu Submersible Pump?


Submersible pump adalah pompa yang dirancang untuk beroperasi di dalam air atau cairan. Motor dan unit pompa berada dalam satu sistem tertutup sehingga dapat bekerja saat seluruh bagian pompa terendam.


Pompa ini bekerja dengan cara mendorong air ke atas menggunakan impeller, bukan menarik air dari permukaan seperti pompa biasa. Metode ini membuat aliran air lebih stabil dan efisien, terutama untuk sumber air yang berada cukup dalam.


Karena desainnya yang tertutup rapat, komponen motor terlindungi dari debu, udara, dan faktor lingkungan lainnya, sehingga pompa dapat bekerja lebih stabil dalam jangka panjang.


Apa Itu Pompa Air Biasa (Surface Pump)?


Pompa air biasa atau surface pump adalah pompa yang dipasang di atas permukaan air. Pompa ini bekerja dengan cara menyedot air melalui pipa hisap kemudian mendorongnya ke saluran distribusi.


Jenis pompa ini umumnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, irigasi kecil, atau transfer air dari tangki yang tidak terlalu dalam. Namun, karena mengandalkan sistem hisap, kemampuan pompa ini biasanya terbatas pada kedalaman sekitar 7–8 meter saja.


Perbedaan Utama Submersible Pump dan Pompa Air Biasa


1. Cara Kerja Pompa


Perbedaan paling mendasar terletak pada cara kerja pompa.


Submersible pump


  • Bekerja di dalam air


  • Mendorong air ke atas melalui impeller


  • Tidak memerlukan proses priming


Pompa air biasa


  • Dipasang di atas permukaan air


  • Menyedot air melalui pipa hisap


  • Membutuhkan sistem priming agar pompa dapat bekerja


Karena tidak perlu menyedot air dari permukaan, submersible pump memiliki kehilangan energi yang lebih kecil.


2. Kedalaman Sumber Air


Kedalaman sumber air juga menjadi faktor penting dalam pemilihan pompa.


Submersible pump


  • Dapat bekerja pada sumber air yang sangat dalam


  • Digunakan pada sumur dalam, drainase, hingga pertambangan


Pompa air biasa


  • Efektif hanya untuk sumber air dangkal


  • Biasanya maksimal sekitar 7–8 meter kedalaman


Hal ini terjadi karena pompa permukaan bergantung pada tekanan atmosfer untuk mengangkat air.


3. Efisiensi Energi


Dari sisi efisiensi, submersible pump umumnya lebih unggul.


Karena pompa berada langsung di dalam cairan, air tidak perlu diangkat melalui pipa hisap terlebih dahulu. Akibatnya, energi yang dibutuhkan untuk memindahkan air menjadi lebih kecil.


Selain itu, air di sekitar pompa membantu mendinginkan motor sehingga pompa dapat bekerja lebih stabil dalam jangka panjang.


Sebaliknya, pompa permukaan sering mengalami kehilangan energi akibat gesekan pada

pipa hisap serta potensi masuknya udara dalam sistem.


4. Tingkat Kebisingan


Perbedaan lainnya terlihat dari tingkat kebisingan.


Submersible pump


  • Relatif lebih senyap karena berada di dalam air


  • Air berfungsi sebagai peredam suara alami


Pompa air biasa


  • Motor berada di permukaan sehingga suara lebih terdengar


Karena itu, submersible pump sering digunakan di lingkungan yang membutuhkan operasi lebih tenang.


5. Perawatan dan Akses Servis


Dalam hal perawatan, kedua pompa memiliki kelebihan dan kekurangan.


Submersible pump


  • Perawatan lebih jarang karena desain tertutup


  • Namun proses servis lebih rumit karena pompa harus diangkat dari dalam air


Pompa air biasa


  • Mudah diperiksa dan diperbaiki


  • Tetapi lebih rentan terhadap debu, cuaca, dan kerusakan lingkungan


Aksesibilitas inilah yang membuat pompa permukaan sering dipilih untuk sistem sederhana.


Tabel Perbandingan Singkat

Faktor

Submersible Pump

Pompa Air Biasa

Posisi Pompa

Terendam di dalam air

Di atas permukaan

Cara Kerja

Mendorong air

Menyedot air

Kedalaman

Bisa sangat dalam

Maks. sekitar 7–8 m

Efisiensi

Lebih efisien

Lebih rendah

Kebisingan

Lebih senyap

Lebih bising

Perawatan

Lebih jarang

Lebih mudah diakses


Mana yang Lebih Efisien?


Secara umum, submersible pump dianggap lebih efisien, terutama untuk sumber air yang dalam atau sistem yang membutuhkan aliran stabil dalam jangka waktu lama.


Hal ini karena pompa bekerja langsung di dalam cairan sehingga kehilangan energi lebih kecil dan aliran air lebih stabil dibandingkan pompa permukaan yang harus menyedot air melalui pipa hisap.


Namun demikian, untuk kebutuhan sederhana seperti rumah tangga dengan sumber air dangkal, pompa air biasa masih menjadi pilihan yang praktis dan ekonomis.


Kesimpulan


Baik submersible pump maupun pompa air biasa memiliki fungsi yang sama, tetapi dirancang untuk kebutuhan yang berbeda.


  • Submersible pump lebih cocok untuk sumber air dalam, sistem drainase, industri, dan proyek konstruksi karena efisiensinya tinggi dan aliran air lebih stabil.


  • Pompa air biasa lebih praktis untuk kebutuhan rumah tangga atau sumber air dangkal karena instalasi dan perawatannya lebih mudah.


Dengan memahami perbedaan keduanya, pengguna dapat memilih jenis pompa yang paling sesuai dengan kebutuhan operasional dan kondisi sumber air.

 
 
 

Comments


bottom of page