Informasi Lengkap Tentang Apa Itu Pompa Axial dan Cara Perawatannya



Memasuki musim hujan, bukan hanya banjir yang menjadi masalah pelik bagi anda. Namun juga genangan air yang seringkali terlihat di jalan depan rumah maupun jalan raya karena sistem drainase yang buruk. Apa yang harus anda lakukan? Tentu saja mengeringkan genangan tersebut. Untuk mengurangi debit air, anda tentu memerlukan pompa yang mampu menyedot air secara maksimal dalam volume yang besar. Jenis pompa yang bisa anda gunakan adalah pompa aksial. Yuk, sama-sama kenali lebih dalam tentang pompa ini!

Pompa Axial dan Cara Perawatannya

Pompa Axial atau pompa celup banjir merupakan salah satu jenis pompa yang masuk ke dalam kelompok pompa dinamik. Ini adalah salah satu alat yang berfungsi untuk mengalirkan fluida dari potensial rendah ke potensial yang lebih tinggi dengan menggunakan gerak putaran dari blades/impeller. Pompa Axial juga memiliki aliran yang sejajar dengan sumbu porosnya.


Pompa Axial atau dalam bahasa Inggrisnya Axial Pump sering disebut sebagai pompa propeller. Karena perpindahan fluida di sini tidak disebabkan oleh perpindahan dari alat-alat yang digerakkan oleh tenaga kinetis yang berasal dari tenaga penggerak tersebut. Pompa ini menghasilkan sebagian besar tekanan dari propeller dan gayalifting yang berasal dari sudut terhadap fluida yang juga banyak dipakai pada sistem drainase, irigasi, dan di pembangkit listrik tenaga uap untuk menyuplai air laut sebagai media pendingin pada kondensor.


Pompa Axial berbeda dengan pompa Sentrifugal. Jika debit aliran fluida turun, daya input untuk pompa Sentrifugal menjadi turun sampai dengan 180 hp pada saat aliran fluida terhenti, sementara pompa Axial, daya input menjadi naik ke 520 hp. Pompa Axial menyebabkan motor penggerak overload jika debit aliran dikurangi secara drastis dari kapasitas desainnya. Perbedaan lain terletak pada head yang dihasilkan oleh pompa Sentrifugal jauh lebih tinggi daripada pompa Axial, sementara mengenai efisiensi, pompa Axial mempunyai tingkat efisiensi yang lebih rendah dari pada pompa Sentrifugal.

Kemampuan dari pompa Axial ini bisa dilihat saat dalam kondisi air normal dan jarak yang ideal antara 50 - 150 meter, juga kondisi lahan yang datar tidak terlalu bergelombang untuk mengairi sawah seluas 1 Ha, maka anda hanya memerlukan waktu 1 - 3 jam, dengan ketinggian air antara 10 cm - 30 cm. Perlu di garis bawahi bahwa kondisi ini sebelum diadakan pompanisasi tanah di persawahan yang tidak retak-retak. Dengan memakai pompa ukuran 8 inci, serta motor penggerak yang hanya 6 Hp akan menghabiskan bahan bakar premium kisaran 1 - 2 liter saja. Maka seluruh persawahan akan terairi dan akan bertahan 7 sampai 10 hari ke depan.

Adapun cara merawat pompa Axial ini cukup sederhana, agar bisa awet dengan beberapa langkah, yakni:

  1. Tidak membebani listrik dengan menempatkan steker terlalu banyak pada stop kontak pompa agar tidak menyebabkan panas dan muncul kebakaran.

  2. Menghindari pengoperasian pompa dalam kondisi kering atau tanpa air. Hal ini guna untuk memperpanjang umur pompa dan tidak merusak motor.

  3. Jangan membungkus atau menyelimuti pompa agar tidak terjadi kebakaran

  4. Menambahkan saringan pasir pada sekeliling pompa bisa menyaring kotoran atau sampah agar tidak terhisap ke dalam pompa yang mana ini akan menyebabkan putaran pada pompa menjadi macet.

Jadi, itulah informasi mengenai pompa Axial dan bagaimana cara merawatnya. Jika artikel ini bermanfaat bagi anda, silakan share ke kerabat atau melalui media sosial anda untuk membantu orang lain yang sekiranya membutuhkan informasi mengenai pompa Axial ini. Kmai juga dapat menyarankan anda jika tertarik membeli pompa air untuk kebutuhan rumah, pompa air Tsurumi adalah yang terbaik yang bisa kami rekomendasikan. Cek informasi detilnya melalui tautan ini ya!