top of page

Studi Kasus: Pompa Celup Air Kotor Tsurumi di Proyek Drainase Jakarta

  • Jun 26, 2025
  • 3 min read
Gambar pompa celup Tsurumi GPN dalam kondisi air berlumpur

Permasalahan banjir di Jakarta sudah menjadi hal yang terus dibahas dari tahun ke tahun. Salah satu langkah mitigasi yang banyak dilakukan adalah melalui proyek drainase berskala besar. Dalam prosesnya, penggunaan pompa menjadi elemen vital—khususnya untuk menangani air berlumpur, genangan berat, dan aliran air bercampur sampah dari kanal maupun saluran kota.


Salah satu pompa yang digunakan secara luas dalam proyek ini adalah pompa celup air kotor Tsurumi. Artikel ini akan membahas bagaimana pompa tersebut diaplikasikan dalam proyek drainase Jakarta, jenis model yang digunakan, serta hasil performanya di lapangan.


Latar Belakang Proyek Drainase Jakarta

Jakarta memiliki lebih dari 13 sungai utama dan ratusan saluran mikro yang sering kali tersumbat oleh sedimentasi, sampah, dan limpasan air hujan. Dalam proyek revitalisasi saluran drainase oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, digunakan sistem pompa untuk menyedot genangan di titik-titik rawan banjir, khususnya saat musim hujan ekstrem.


Lokasi-lokasi strategis meliputi:

  • Saluran PHB Kali Sentiong

  • Wilayah Kampung Melayu dan Cawang

  • Underpass Matraman dan Kemayoran

  • Area konstruksi MRT dan LRT


Masalah yang Dihadapi di Lapangan

Beberapa tantangan utama di proyek drainase ini antara lain:

  • Air sangat kotor: mengandung lumpur, pasir, plastik, dan sampah rumah tangga

  • Kedalaman tinggi: beberapa saluran lebih dari 4 meter

  • Operasi nonstop: pompa harus bekerja 12–24 jam, terutama saat hujan deras

  • Perawatan sulit: lokasi sulit dijangkau untuk teknisi dan alat berat


Situasi inilah yang membuat pemilihan pompa harus sangat selektif—dan pompa celup air kotor Tsurumi dipilih karena kemampuannya menghadapi kondisi ekstrem tersebut.


Tipe Pompa Tsurumi yang Digunakan

Proyek ini menggunakan beberapa seri pompa Tsurumi, tergantung lokasi dan volume air yang perlu ditangani. Beberapa tipe yang umum digunakan:


1. Tsurumi KTZ Series

  • Daya tahan tinggi terhadap air bercampur lumpur

  • Material impeller cast iron

  • Cocok untuk kedalaman sedang

  • Digunakan di saluran PHB dan proyek LRT


2. Tsurumi KRS Series

  • Kapasitas besar, mampu memindahkan air hingga 6.000 LPM

  • Cocok untuk pengurasan genangan besar dan cepat

  • Digunakan di underpass dan daerah rawan genangan


3. Tsurumi GPN Series

  • Dilengkapi dengan agitator untuk mengaduk lumpur berat

  • Cocok untuk saluran dengan endapan lumpur tebal

  • Digunakan di area Kampung Melayu


Cara Instalasi di Lapangan

Pompa-pompa ini dipasang dalam sistem celup, artinya seluruh unit dimasukkan ke dalam air. Beberapa hal penting dalam instalasi:


  • Pemasangan rel: untuk mengarahkan pompa ke titik terdalam

  • Sistem otomatis: menggunakan float switch agar pompa hanya menyala saat air mencapai ketinggian tertentu

  • Backup power: disiapkan menggunakan genset untuk memastikan operasi tidak terganggu saat pemadaman


Seluruh instalasi dikerjakan oleh tim teknis dari kontraktor proyek dan didampingi oleh teknisi resmi dari distributor Tsurumi Indonesia.


Hasil dan Efisiensi di Lapangan

Setelah dioperasikan selama beberapa bulan, hasil penggunaan pompa celup air kotor Tsurumi dinilai sangat positif:

  • Efisiensi pengurasan meningkat 40% dibanding pompa sebelumnya

  • Downtime hampir nol, karena jarang mengalami penyumbatan

  • Perawatan minimal, hanya perlu inspeksi visual dan pembersihan bulanan

  • Tahan terhadap air dengan kandungan pasir dan kerikil ringan


Beberapa kontraktor menyebut bahwa Tsurumi menjadi solusi “anti drama” dalam pengelolaan air kotor di proyek mereka.


Testimoni dari Lapangan

“Sebelumnya kami sering bongkar pasang pompa karena mampet atau seal bocor. Sejak pakai Tsurumi, performanya stabil, bahkan waktu Jakarta dilanda hujan ekstrem.”– Teknisi Proyek, Dinas SDA Jakarta
“Kami menggunakan tipe KRS. Walaupun airnya bercampur lumpur dan sampah, pompa tetap jalan tanpa overheat.”– Kontraktor Proyek Drainase Jakarta Selatan

Apa yang Bisa Dipelajari dari Studi Kasus Ini?

Studi kasus ini menunjukkan bahwa dalam situasi lingkungan kerja yang berat, pompa celup biasa sering tidak memadai. Dibutuhkan pompa yang memang dirancang untuk kondisi ekstrem—dari segi material, desain impeller, dan sistem seal-nya.


Beberapa pelajaran penting:

  • Jangan kompromi pada kualitas pompa saat menghadapi air abrasif

  • Investasi di awal pada pompa Tsurumi mengurangi biaya perbaikan jangka panjang

  • Pilih pompa sesuai volume air dan jenis partikel yang akan ditangani


Rekomendasi untuk Proyek Drainase Lain

Jika kamu adalah kontraktor atau pihak pengelola proyek drainase di kota lain, berikut rekomendasi berdasarkan pengalaman Jakarta:


  • Untuk saluran dangkal: gunakan Tsurumi KTZ 35.5 atau 47.5

  • Untuk genangan besar: gunakan KRS Series

  • Untuk area penuh lumpur berat: pilih GPN Series


Pastikan selalu berdiskusi dengan distributor resmi agar spesifikasi pompa benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.


Kesimpulan

Proyek drainase di Jakarta membuktikan bahwa pompa celup air kotor Tsurumi bukan hanya tangguh secara teknis, tapi juga mampu memberikan efisiensi tinggi dalam operasional lapangan. Ketangguhannya di air kotor, kemudahan perawatan, serta daya tahan terhadap kondisi ekstrem menjadikan pompa ini pilihan utama untuk proyek infrastruktur di kota besar.


Jika kota lain mengadopsi pendekatan serupa, maka pengendalian banjir bisa menjadi lebih efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu pengerjaan.

 
 
 

Comments


bottom of page