Tipe Selang Pemadam Kebakaran yang Perlu Diketahui


Selang pemadam kebakaran atau Fire Hose, pada dasarnya memiliki beberapa tipe yang berbeda. Ketika bertugas, pemadam harus membawa semua peralatannya baik itu selang hingga konektor. Hal ini diperlukan untuk mengatasi kondisi terburuk saat pemadaman dilakukan.


Setiap tipe selang yang ada biasanya disesuaikan dengan kondisinya masing-masing. Tidak semua selang bisa digunakan untuk memadamkan air karena bahan, ukuran, diameter dan ujungnya berbeda. Pemasok air dan penyedot air menggunakan tipe selang yang berbeda.


Selang pemadam kebakaran juga perlu menyesuaikan sumber pemasok airnya. Jika butuh air dari Hydrant Pillar, maka perangkat output atau konektor selang harus tepat. Biasanya konektor selang digunakan ketika jarak antara sumber air dan tempat kebakarannya lumayan jauh.


Tidak hanya itu saja, Anda juga harus memperhatikan tekanan air yang ada. Tekanan air dari klop Hydrant Pillar bisa mencapai 20 hingga 30 bar sehingga tidak semua selangnya cocok. Oleh sebab itu, ada bagian tersendiri yang digunakan untuk memasokkan air dengan daya tahan tinggi.


Beberapa Tipe Selang Pemadam Kebakaran


Saat ini ada 5 jenis selang pemadam yang perlu diketahui fungsi-fungsinya. Sebagai warga Anda harus mengetahui kelima tipe selang agar tidak membebani petugas nantinya. Berikut ini kelima tipe selang yang harus diketahui fungsinya, agar tidak salah ketika petugas pemadam datang.


Selang Penyerang (Attack Hose)


Tipe selang pemadam kebakaran ini biasanya digunakan untuk menyalurkan air dari sumber ke nozzle atau ujungnya. Untuk tipe selang ini bahannya terbuat serat kain atau bisa juga dari karet sintesis. Daya tahannya bisa mencapai 27 bar debit air jika diameternya di atas 1,5 inch.


Selang Penyuplai Debit Air


Seperti namanya, selang ini berfungsi untuk mendistribusikan air dari luar lokasi kebakaran. Biasanya selang ini digunakan dari Hydrant Pillar dan disambungkan mobil pemadam. Tidak hanya itu saja, selang ini juga bisa disambungkan ke selang lain sebagai penyuplai.


Forestry Hose


Tipe selang pemadam kebakaran yang satu ini biasanya digunakan untuk medan ekstrem. Contohnya seperti hutan, bukit dan perkebunan yang mengalami kebakaran. Tahan tekanan debit air yang tinggi dan fleksibel merupakan kelebihan dari tipe Forestry Hose.


Booster Hose


Untuk tipe ini biasanya digunakan pada daerah pemukiman atau gedung bertingkat. Biasanya tipe Booster Hose diletakkan di dalam ruangan sebagai alat pemadam sederhana. Bentuk alat penyimpannya seperti roda sehingga bisa diulur ketika sedang dibutuhkan.


Selang Penyedot


Seperti namanya selang digunakan untuk menyedot air yang berasal dari luar ruangan. Bisa dari rawa, kolam, waduk dan sungai yang menjadi sumber air utama. Tipe selang pemadam kebakaran ini cenderung lebih kaku karena dilengkapi lapisan logam di dalamnya.


Pentingnya Memahami Tipe Selang Pemadam


Dari kelima tipe selang di atas, unit pemadam kebakaran biasanya selalu membawa semuanya. Sebagai tindak pencegahan jika kebakaran terjadi di medan ekstrem, alat harus dibawa lengkap. Tentu saja warga masyarakat juga harus mengetahui tipe-tipe selang pemadam tersebut.


Biasanya masyarakat Indonesia memiliki tingkat antusiasme yang tinggi ketika ingin membantu sesama. Contoh sederhananya seperti kebakaran yang terjadi di rumah warga setempat. Jika ada mobil pemadam, warga sekitar selalu bergegas untuk membantu petugas di sana.


Bagi orang awam, selang tentu terlihat sama karena digunakan untuk mendistribusikan air. Tapi bagi petugas, setiap selang memiliki tipe dan fungsinya masing-masing. Oleh sebab itu, warga juga harus tahu apa saja tipe selangnya agar petugas bisa bekerja secara optimal.


Jika salah dalam mengambil selang, maka petugas akan sulit dalam bergerak karena tipenya tidak sesuai dengan medan. Pemahaman mengenai tipe selang pemadam kebakaran harus disebarkan supaya ketika petugas bekerja, api menjadi cepat dipadamkan.