Tips Keselamatan Mengoperasikan Crane di Lokasi Konstruksi
- Jun 26, 2025
- 2 min read

Keselamatan saat mengoperasikan crane sangat krusial karena kesalahan sedikit saja bisa berakibat fatal. Berikut langkah praktis yang telah terbukti menjaga keselamatan di lokasi konstruksi:
1. Sertifikasi dan Pelatihan Operator 🧑🎓
Pastikan operator memiliki sertifikat resmi (misalnya NCCCO atau equivalente OSHA) sesuai regulasi OSHA 1926 Subpart CC.
Lakukan training lanjutan secara berkala—tingkatkan kemampuan pengendalian crane dan penanganan darurat.
2. Inspeksi Harian dan Rutin
Lakukan pemeriksaan visual harian: kondisi kabel, pulley, hook, rem, dan struktur crane.
Lakukan inspeksi lengkap (drainase, struktur, motor, limit switches) sesuai jadwal—minimal mingguan untuk pemakaian berat dan setahun sekali inspeksi menyeluruh.
3. Perencanaan Angkat (Lift Planning)
Lakukan site survey untuk mengidentifikasi risiko seperti saluran listrik, medan tidak rata, angin, atau kekakuan trak.
Susun lift plan: hitung beban, radius angkat, jalur pergerakan, serta sistem komunikasi dan tanggap darurat.
4. Zona Aman & Komunikasi Jelas
Tandai dan batasi zona kerja crane agar pekerja tak memasuki area risiko—hindari potensi tabrakan ataupun hujan puing .
Gunakan sistem komunikasi baku: hand signals, radio, atau speaker—pastikan semua tim memahami artinya.
5. Waspadai Jalur Listrik & Hindari Kontak
Jaga jarak minimal 3 meter (10 feet) dari saluran listrik sesuai regulasi keamanan.
Gunakan spotter untuk memantau jarak crane dari kabel listrik saat bergerak.
6. Pengelolaan Beban dan Rigging yang Tepat
Jangan pernah melebihi rated load—biasanya max 80% dari kapasitas test to have margin safety.
Pastikan material diikat/dirigging dengan benar: sling, chain, hook sesuai WLL, seimbang, dan diuji sebelum angkat.
7. Stabilitas Crane & Permukaan
Pastikan crane di atas permukaan rata dan padat—gunakan mats atau supports di tanah lembek.
Extended outrigger dan gunakan pad saat menggunakan mobile/crane truck agar tidak terguling.
8. Kondisi Cuaca & Lingkungan
Tunda operasi saat angin kencang, kabut, atau petir. Kecepatan angin yang tinggi dan kurangnya visibilitas memicu risiko berat.
Pastikan crane dan beban terlindung dari hujan atau tanah basah agar tidak tergelincir.
9. Teknik Operasi Aman
Angkat beban secara perlahan dan tetap stabil untuk mencegah ayunan dan torsion.
Hindari operasi vertikal berkepanjangan (standing load)—angkat langsung untuk mencegah beban jatuh tak terkendali.
Pastikan hanya satu orang pengendali (“single block control”) agar sistem komando terpusat.
10. Persiapan Darurat
Susun emergency response plan: tugaskan peran sapa, rute evakuasi, dan sistem pelaporan cepat.
Lakukan drill darurat berkala agar seluruh tim paham langkah evakuasi dan penanganan saat terjadi insiden.




Comments