top of page

Industri Pemurnian Limbah: Membantu Mengurangi Dampak Lingkungan Negatif



Pada industri, tentunya akan ada banyak kegiatan yang dilakukannya, yakni ada kegiatan industri yang ada dikenal sebagai kegiatan yang tidak lepas dari kehidupan manusia. Dengan adanya kegiatan industri, maka proses produksi bisa berlangsung, sehingga produk akhir dapat digunakan oleh keberlangsungan hidup manusia. Namun, keberadaan Industri tidak hanya memberi dampak positif, salah satu dampak negatif yang ditimbulkan ialah limbah industri.


Meski umumnya industri itu hanya menghasilkan limbah, tetapi tidak semua adalah demikian, bahkan ada beberapa industri yang memiliki proses untuk mengurangi dampak lingkungan negatif, atau bisa dikenal dengan industri pemurnian limbah. Tentunya sangat minim sekali yang tahu tentang industri pemurnian limbah, jadi dengan demikian maka jika Anda adalah salah satunya, maka Anda bisa simak artikel kami ini selengkapnya!


Informasi Mengenai Industri Pemurnian Limbah yang Bisa Mengurangi Dampak Limbah

Pengelolaan limbah industri tentunya adalah suatu kegiatan yang dapat disesuaikan dengan jenis dan karakteristik dari suatu limbah. Teknologi yang terpilih tersebut diharapkan mampu untuk dapat memenuhi baku mutu standar, sehingga dengan begitu maka pencemaran lingkungan pun dapat dikurangi. Nah tidak hanya ada pada teknologi, pemurnian limbah pun bisa datang dari industri itu sendiri, yakni industri pemurnian limbah yang dapat membantu mengurangi dampak lingkungan negatif akibat limbah.


Inilah Industri Pemurnian Limbah yang Memang Membantu Mengurangi Dampak Negatif

Industri pemurnian limbah sempat dijelaskan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan bahwa pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) limbah tambang (slag) pertama di Indonesia akan ditargetkan ada di Indonesia, tepatnya terletak di Kotawaringin Barat, serta Kalimantan Tengah. Nah Smelter limbah tambang yang dibangun oleh PT Kapuas Prima Citra ini pun memiliki kapasitas 36 ribu konsentrat timbal, yang mana itu dapat memproduksi 22 ribu ton timbal bullion per tahun.


Nah keberadaan smelter limbah tambang tersebut sangat bisa diharapkan dapat mendorong perkembangan industri berbasis mineral timbal dan seng. Nyatanya ada dua smelter lainnya yang juga akan ikut beroperasi, yaitu ada smelter nikel milik PT Wanatiara Persada dan PT Aneka Tambang (Antam). Untuk smelter nikel milik Wanatiara Persada, dia berlokasi di Halmahera Selatan, Maluku Utara. Nah smelter ini akan menggunakan empat line system Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) untuk memurnikan 2,2 juta ton bijih nikel, serta dapat memproduksi 200 ribu ton Feronikel dengan kadar Ni > 15%.


Kemudian untuk smelter nikel milik Antam terletak di Halmahera Timur, Maluku Utara. Smelter ini akan memurnikan bijih nikel menjadi feronikel dengan kapasitas input sebesar 1.219.945 ton bijih nikel, dan juga bisa menghasilkan 64.655 ton feronikel dengan kadar Ni > 15%. Nah kewajiban bagi perusahaan tambang untuk membangun smelter, telah tertuang dalam Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009, yaitu tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dimana salah satunya bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan industri berbasis mineral di Indonesia.


Jadi itulah industri pemurnian limbah yang bisa membantu mengurangi dampak lingkungan yang negatif. Adapun keadaannya hingga saat ini, pihaknya terus mengawasi progres pembangunan smelter oleh perusahaan tambang. Pihaknya juga telah memberikan teguran, peringatan, dan melakukan pencabutan izin ekspor bagi perusahaan yang tidak memiliki progres smelter. Nah dengan kebijakan tersebut, maka dengan begitu para pihaknya bisa berharap seluruh sumber daya alam negara bisa memiliki nilai tambah tertentu.


Itulah pembahasan dari kami mengenai industri pemurnian limbah, yang mana memang itu bisa membantu mengurangi dampak lingkungan negatif. Sekian dari kami dan semoga jadi manfaat bagi Anda semua. Untuk membantu memurnikan limbah, maka Anda bisa Andalkan pompa celup terbaik dan berkualitas seperti pompa celup Tsurumi, dimana itu ada di IndahJaya.com


bottom of page