top of page

Simak Beberapa Contoh Limbah Keras Organik dan Bagaimana Cara Mengelolanya



Organik adalah suatu zat yang memang berkaitan dengan zat yang berasal dari makhluk hidup, contohnya seperti hewan atau tumbuhan, atau bahkan bisa juga dari minyak bumi dan batu bara. Nah secara proses kimia dari organik, ia akan berhubungan dengan organisme hidup, kemudian ia pun bisa menjadi suatu limbah yang dapat diolah, baik itu limbah organik cair, atau bisa juga limbah organik yang memang keras.


Tentunya walaupun sama-sama berjenis organik, sayangnya limbah organik jenis cair dan keras itu memiliki perbedaan pada cara pengolahannya. Nah maka dari itu, agar Anda mengerti lebih jauh terkait dengan limbah keras organik yang ternyata beda dengan limbah organik cair, maka Anda bisa simak artikel ini. Tidak hanya pengenalan atau contoh dari limbah keras organik, di artikel ini juga kami akan sertakan cara tepat dalam mengelola limbah keras organik.


Inilah Beberapa Contoh Limbah Keras Organik Agar Anda Bisa Mengenalnya

Limbah keras organik pada dasarnya adalah limbah organik yang memang memiliki sifat yang keras, yang mana itu berbeda dari sifat limbah organik cair. Nah limbah keras organik sendiri adalah limbah dengan tekstur yang padat, yang mana itu bersumber dari organisme biologis. Limbah tersebut memiliki karakteristik limbah keras, karena memang limbah organik keras adalah limbah yang bisa juga bersumber dari hewan maupun tumbuhan yang memang memiliki sifat yang keras. Sehingga dengan kekerasannya tersebut, maka ia akan menjadi padat dan sulit berubah bentuk, tetapi ia masih bisa terurai oleh mikroorganisme, yang memang pada umumnya tidak berbahaya.


Nah berikut adalah contoh limbah organik keras yang mungkin sudah umum Anda temukan dimana-mana:

  • Limbah keras bisa berupa kertas yang memang ia terbuat dari benda yang keras, yaitu ia yang bersumber dari serat pohon.

  • Kemudian limbah keras organik bisa juga seperti kain, yang mana memang ia bersumber dari ulat sutra maupun kapas.

  • Berikutnya ada furnitur yang bersumber dari kayu, yang memang itu terkenal cukup keras.

  • Nyatanya limbah organik keras bisa juga dari makanan tetapi yang memang keras, contohnya seperti kulit buah, biji buah, dan sebagainya yang memang keras dan sulit untuk dimakan.

  • Lalu barang fashion pun juga termasuk sebagai limbah organik keras, yang mana memang ia bisa terbuat dari kulit serta tulang dan juga bisa dari tanduk hewan.


Inilah Cara Mengelola Limbah Organik Keras

Melakukan Pemilahan Limbah Organik Keras

Pertama Anda bisa melakukan seleksi bahan limbah organik keras, yang mana itu perlu dilakukan sebelum proses produksi menjadi barang jadi. Hal ini bertujuan untuk menentukan bahan limbah mana yang masih dapat dipergunakan kembali dengan penambahan-penambahan material, sekaligus merancang konsep keluaran (output) apa yang ingin diciptakan.


Melakukan Pembersihan Limbah Organik Keras

Nah karena biasanya limbah keras organik adalah limbah yang biasanya ada dalam keadaan tidak cukup bersih. Maka dari itu, perlu dilakukannya suatu pencucian dengan menggunakan deterjen, hal itu agar zat bekas makanan atau minuman dari limbah tersebut dapat larut dan limbah keras tersebut menjadi bersih dan tidak berbau.


Melakukan Pengeringan Limbah Organik Keras

Kemudian setelah itu, Anda bisa melakukan pengeringan secara konvensional, yaitu jelasnya bisa menggunakan sinar matahari langsung atau dapat juga secara langsung dengan membersihkannya menggunakan lap kering. Sehingga pengeringan limbah organik keras tersebut bisa benar-benar dapat kering.


Melakukan Pewarnaan dan Pengeringan Limbah Organik Keras

Nah berkaitan dengan cara pengeringan, jadi dibutuhkan pengeringan karena limbah tersebut nantinya akan dilakukan suatu proses pewarnaan. Proses pewarnaan pada limbah organik keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau dikuas dengan cat. Anda bisa menggunakan zat pewarna yang sesuai dengan material limbah keras yang dipakai, itu agar warna muncul sempurna dan melekat dengan baik. Selain diwarnai, limbah juga dapat ditambahkan ornamen lain yang diinginkan. Setelah melakukan pewarnaan, maka jangan lupa dikeringkan kembali.


Melakukan Penghalusan Pada Limbah Organik Keras yang Sudah Diolah Jadi

Tentunya agar semakin sempurna dari hasil pengolahan limbah organik keras, maka ada baiknya diperlukan proses finishing. Nah proses finishing juga memiliki bermacam-macam teknik yang bisa disesuaikan dengan barang, seperti dengan cara dipotong, ditempa, dilem, digerinda, dan bahkan juga bisa diamplas.


Jadi itulah beberapa contoh dan bagaimana cara mengelola limbah organik keras. Kiranya jadi manfaat untuk Anda dan juga kepada yang lainnya. Nah jika Anda menginginkan pompa celup sebagai pompa dalam mengolah limbah yang sesuai, maka rekomendasi kami yang terbaik dan berkualitas ada pada pompa celup Tsurumi. Mengenai pompa celup Tsurumi, Anda bisa ketahui lebih lanjut di IndahJaya.com


bottom of page